Hmm..how lucky I am !!
Ujian Budaya Nusantara,lancar
meski gak sukses sukses amat sih.Hehehe
Pertanyaan saya setelah belajar Budnus, apakah free sex benar benar berasal dari Western Culture? Jawabnya, pergaulan bebas semacam ini sudah banyak ada tipe tipe pergaulan semacam ini di Nusantara bahkan sejak sebelum masa Majapahit. Satu suku di Papua misalnya, memiliki tradisi pernikahan yang menurut kacamata orang Jawa macam saya ini nyleneh. Seorang wanita, sebelum menikah dengan seorang pria, harus berhubungan seks dulu dengan sepuluh orang pria anggota keluarga si pria.
**apa ndak udah kendor duluan yaph?**
Hal ini berkaitan dengan kepercayaan bahwa seorang wanita harus diberi “cairan kesuburan” sebelum diserahkan pada suaminya. Inilah yang membuat Papua menjadi tempat dimana HIV menyebar secara luas.Hal ini juga menyebabkan kemungkinan besar terjadi incest sesama saudara, karena mereka tidak pernah tahu siapa ayah yang sebenarnya
Lalu ada juga kebiasaan para muda mudi di salah satu suku di pulau-pulau dekat Sumatera (saya lupa tepatnya ) juga memiliki kebiasaan untuk bergaul intim secara bebas, bahkan hingga punya anak sebelum akhirnya menikah. Seorang cewek dalam suku ini, biasa sudah pernah berhubungan dengan banyak pria sebelum akhirnya menikah dengan salah satu pria yang juga sama sama bebas sebelumnya. Sigh… untung saya ndak disana.
Masih banyak lagi yang lain, mungkin saya sudah nggak kuat lagi menguraikan fakta tersebut disini. Masih berpikir budaya barat adalah asal dari free sex?





June 23, 2008 at 1:32 am
wow…baru tau neh…tapi klo di sumatera….hmmm…suku apa yah…yang jelas di sumatera barat (tempat saya tinggal) ga ada loh…^^ salam kenal
June 23, 2008 at 2:14 am
itu seperti zaman jahilliyah aja ya…:mrgreen:
June 23, 2008 at 12:19 pm
@ ai
mm..mungkin sekarang udah nggak ada lagi,seiring dengan masuknya agama kesana.dari buku yang saya baca,adat yang demikian ada di mentawai
July 3, 2008 at 10:27 am
wogh.. ajep2…
wakakak
July 30, 2008 at 3:19 am
@ s4va
kalo loe disana paling cari enaknya doang sav
August 30, 2008 at 10:31 am
apa sih sebenernya makna dari seks bebas?apa itu bukan bagian dari naluri seorang manusia yang pada dasarnya ada naluri kehewanan di sana?sebenernya tergantung kita juga tentang seks bebas. mungkin di indonesia kegiatan itu dibungkus oleh nile budaya. tapi di amerika gak. walhasil yang terkenal seks bebas itu di negara “barat”. pernah baca JSC kan?iya kah cuma ada di sekelompok orang naluri itu? tanyakan pada diri kamu sendiri!
mAu di papua kek mpe sifon sekalian yang ada di indonesia. odiphus complex yang terkenal itu. dan berbagai macam perkawinan incest. itukah gambaran masyarakat kita?bukan kawan…itu hanya naluri yang tak bisa terlampiaskan. manusia ada nafsu di dalamnya. kalo kamu dibolehkan melampiaskan semua..berapa cewek yang kamu pengen????sekarang jawablah pertanyaan kamu sendiri. apakah seks itu budaya?atau naluri?atau salah kendali?yang jelas kita tau jawabannya
September 1, 2008 at 4:22 pm
@st
alright then, lalu apa jadinya saat stereotiope free sex berasal dari brat yang didengungkan saat ini berkembang? boleh kita akui, budaya mereka berkembang pesat diatas kita. namun justru dalam hal basic mereka tertinngal jauh dari kita.
sebaiknya mulai sekarang kita ajarkan bahwa kalo kamu emang pengen maju, tiru negara barat dan juga sekaligus kontrol diri kamu sesuai nilai – nilai adat ketimuran dan agama yang kamu pegang.
soal nafsu…sekali lagi…manusia tetaplah manusia