Setelah film Fiksi yang menceritakan tentang seorang psikopat (keren banget film nya, rugi kalo ghak sempet nonton kemaren), eh sekarang malah muncul juga kasus pembunuhan oleh seorang Gay + Psikopat. Begitu ramainya pemberitaan oleh media, malah makin mengusik ketenangan masyarakat. Buat para pemirsa mungkin bakal sejenak mengalihkan perhatian dari koar – koar elit politik yang nyolong start kampanye.
**jadi gatel juga pengen nulis soal psikopat **
Oke, mulai serius!
Psikopat, menurut Wikipedia ciri – ciri umumnya antara lain adalah :
- Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
- Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
- Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
- Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
- Sikap antisosial di usia dewasa.
- Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
- Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
- Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
- Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
- Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”.
- Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
Fuhh.. ciri – cirinya jauh dari pribadi saya.
Seorang psikopat, pada intinya mengalami gangguan kejiwaan yang sangat kompleks dan berat. Berbagai tekanan yang diterima seringkali menyebabkan seseorang menjadi heartless. Tanpa hati dan perasaan.
Lepas dari itu semua, pantaskah hukuman ditimpakan pada seorang yang memiliki gangguan kejiwaan semacam ini? Dilihat dari kacamata hukum, seorang yang dikategorikan mengalami gangguan kejiwaan tidak dapat diproses di pengadilan namun harus mendapat perawatan kejiwaan (rehabilitasi). Namun disisi lain seorang psikopat pelaku pembunuhan masal seperti Ryan terlalu berbahaya jika tidak mendapat hukuman (dalam hal ini lebih baik hukuman mati, karena psikopat tidak punya rasa sesal meski dipenjara) dan tidak adil bagi keluarga korban.
Nah, biarkan para hakim yang memutuskan…






August 6, 2008 at 1:39 pm
Gua rasa Ryan ini kena AIDS (Akibat Intim Dengan Sumanto). Tau gak KALIAN SEMUA hukuman apa plg TEPAT buat dia? Dia diJOROKIN ke KANDANG SINGA, tapi singanya dikenyangin dulu, jd si ryan ‘dicincang dgn setengah hati’, nah trus dilemparin deh ke kolam berisi BUAYA, tapi buayanya yg udah kenyang dan BAD MOOD. Stlh dicabik cabik ’stngh hati’, kan blm mampus tuh, LEMPARIN deh ke Septic Tank yg isinya KECOAK-2 kelaparan, trus Di-COR!! BERES !!!